Di sebuah rumah tua yang nyaman, hiduplah seekor kucing bernama Miko dan seekor tikus bernama Roki. Meski keduanya tinggal di rumah yang sama, hubungan mereka tak pernah akur. Miko adalah kucing yang besar, malas, dan suka tidur sepanjang hari. Sementara Roki adalah tikus kecil yang lincah, cerdik, dan selalu berhasil mencuri makanan dari dapur tanpa ketahuan.
Suatu hari, Miko sedang tidur di dekat perapian. Dengan perut kenyang habis
makan, ia mendengkur begitu keras sampai-sampai seluruh rumah bergetar. Roki,
yang sedang mencari-cari sisa makanan di dapur, mendengar dengkuran itu dan
mendengus.
"Si pemalas itu pasti tidur lagi. Aku bisa mencuri keju di depan
hidungnya tanpa ia sadar," gumam Roki sambil tertawa kecil.
Roki pun mulai beraksi. Ia melompat dari rak dapur ke meja, lalu meluncur
turun dengan gesit ke arah keju yang tersisa di piring. Namun, saat ia hendak
membawa sepotong besar keju ke lubang persembunyiannya, kakinya tersandung
kulit pisang yang entah bagaimana bisa ada di sana. Roki terpelanting dan keju
besar itu jatuh tepat di kepala Miko!
BRAK!
Miko terbangun dengan mata masih setengah tertutup. "Apa ini? Hujan
keju?" gumamnya sambil menggosok-gosok kepala. Ketika akhirnya ia sadar,
dilihatnya Roki yang mencoba kabur sambil menyeret keju besar dengan kedua
tangannya yang mungil.
"Ah, ketahuan juga!" seru Roki sambil berlari lebih cepat.
Miko, yang biasanya malas mengejar tikus, kali ini merasa terganggu.
"Hei, tikus kecil! Kejuku itu!" teriaknya sambil mencoba bangkit.
Namun, karena Miko masih setengah mengantuk, langkahnya goyah dan ia tersandung
mangkuk airnya sendiri. SPLASH! Miko pun jatuh tercebur ke mangkuk air.
Roki tertawa terbahak-bahak melihat Miko yang basah kuyup dan tergeletak
konyol di lantai. "Wah, Miko, kau harus lebih sering olahraga. Kau bisa
jadi kucing tercepat jika mau!"
Miko menghela napas dan menggeleng. "Kalau kecepatan tikus seperti kamu
yang harus kukejar setiap hari, aku bisa kurus!" katanya sambil mengusap
wajahnya yang basah.
Roki pun melambaikan tangan sambil membawa kejunya. "Sampai jumpa, Miko!
Sampai ketemu lagi di petualangan berikutnya!"
Miko hanya menggeleng dan kembali ke tempat tidurnya. "Ah, biarlah.
Tikus itu memang licik, tapi setidaknya dia memberiku hiburan. Mungkin besok
aku akan mencobanya lagi... tapi setelah tidur siang, tentu saja."
Dan begitu, Miko kembali mendengkur, sementara Miku menikmati kemenangan kecilnya sambil menyantap keju di lubang tikusnya.

0 Komentar